Fokus Garap Investor Asing, Propnex Optimistis Tahun 2024 akan Tumbuh 50 Persen

Editor : team redaksi
Terbit : 08/03/2024

SURYA.co.id | SURABAYA - CEO Propnex Indonesia, Luckyanto, mengatakan banyak investor asing yang tertarik untuk membeli properti di Indonesia.

Ia menyebut Indonesia menjadi market yang menarik bagi investor properti asing.

Selain harga yang relatif masih lebih murah dibandingkan dengan negara lain di Asia, juga pemerintah telah memnperlonggar peraturan terkait kepemilikan properti oleh warga negaras asing.

"Hanya saja selama ini masih terkendala peraturannya. Namun sejak tahun 2023, pemerintah telah memperlonggar peraturan bagi warga asing membeli properti. Ini opportunity," kata Luckyanto, Rabu (6/3/2024) malam disela Propnex Annual Convention 2024.

Hal itu kemudian membuat perusahaan agen konsultan properti ini di tahun 2024 akan fokus menggarap market asing di Indonesia.

Apalagi saat ini juga banyak developer yang berlomba menarik investor asing.

Dijelaskan, potensi market properti untuk investor asing cukup besar terutama dari Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok dan Rusia.

"Namun mereka masih ada yang khawatir akan keamanan disini. Sehingga banyak yang menunda," lanjutnya.

Namun Propex akan terus mengedukasi investor asing bahwa Indonesia sangat aman untuk investasi.

“Kami yakin tahun ini minimal 20-30 persen transaksi kami dari investor asing. Karena aturannya excited. Cukup dengan Passport atau Kitas atau Visa, mereka sudah bisa membeli properti disini Satu identitas hanya bisa untuk membeli satu landed house atau apartemen,” ungkap Luckyanto.

Startegi lainnya adalaha mereka akan melakukan kerjasama dengan Propnex di luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Australia, Thailand, Kamboja dan Vietnam.

Banyak investor asing termasuk dari Rusia dan Tiongkok yang tertarik membeli di Indonesia.

Pihaknya juga bisa menawarkan properti asing ke investor Indonesia.

“Biasanya investor asal Singpura suka beli apartemen. Sementara dari Autralia dan Tiongkok suka landed house. Kami juga baru saja memasarkan 20 unit properti di Australia dengan nilai AUD 25 juta baik landed house maupun apartemen,” beber Lucky.

Terkait kinerja  Propnex tahun 2024, Lucky mengaku optimistis.

Karena kondisi ekonomi Indonesia terus bertumbuh sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah juga kembali memberikan stimulus PPN DTP.

Sedangkan perbankan terus memberikan dukungan dengan bunga KPR murah.

Tahun lalu, Propnex berhasil melakukan transaksi sebesar Rp 1,6 triliun.

Jumlah tersebut naik sekitar 15 persen dari tahun 2022 yang sebesar Rp 1,4 triliun.

Tahun ini pihaknya optimis bisa membukukan transaksi dengan pertumbuhan 50 persen dari tahun lalu.

Sejauh ini Surabaya memberikan kontribusi terbesar untuk pasar Propnex yang mencapai 60 persen dari total transaksi Propnex tahun lalu.

Sisanya ada di Jakarta, Bali dan kota besar lainnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dari secondary market, dan sisanya dari primary market.

“Tahun ini kondisinya akan sama dengan tahun lalu. Kami optimistis target akan tercapai dengan growth 50 persen dari tahun lalu. Karena itu kami akan perbanyak agen properti dan melakukan training. Karena mereka adalah sales power kami,” pungkas Lucky.

Sementara itu, Lim Yong Hock, Key Executive Officer Propnext Singapura, menambahkan, pihaknya akan terus menggarap market property di kawasan Asia Pasifik termasuk di Indonesia.

"Untuk itu, kerja sama partnership akan terus dilakukan di sejumlah negara kedepan," tambah Lim Yong Hock.

Dia menilai Indonesia memiliki potensi market yang cukup besar.

Apalagi adanya pembangunan IKN membuat investor asing semakin tertarik masuk Indonesia.

Karena itu, pihaknya akan terus memperkuat system sehingga Propnex lintas negara bisa semakin kuat melakukan kolaborasi.

“Sekarang, dengan system yang kami kembangkan di Propnex, investor Indonesia bisa membeli property di luar negeri lebih muda. Dan investor asing juga bisa membeli property di Indonesia,” pungkas Lim Yong Hock.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Fokus Garap Investor Asing, Propnex Optimistis Tahun 2024 akan Tumbuh 50 Persen. https://surabaya.tribunnews.com/2024/03/07/fokus-garap-investor-asing-propnex-optimistis-tahun-2024-akan-tumbuh-50-persen.