Dhea
Dhea
Content Creator
30 December 2025 10:00
2 menit

Intip Prospek Properti 2026: Suku Bunga Turun, 3 Saham Ini Diprediksi Cuan!


Kabar baik bagi para investor dan pencari hunian! Sektor properti diprediksi akan mendapatkan "angin segar" dan sentimen positif sepanjang tahun 2026.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa peluang berlanjutnya tren penurunan suku bunga acuan akan menjadi katalis utama yang mendorong pemulihan permintaan properti secara signifikan.

Jika Anda berencana membeli rumah atau berinvestasi di saham properti, inilah momen yang tepat untuk menyimak analisis pasar berikut.

Kilas Balik 2025: Pondasi yang Stabil

Sepanjang tahun 2025, sektor properti residensial telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil, meskipun belum melonjak drastis. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) nasional tercatat terus mendaki secara perlahan.

"Kenaikan harga terutama didorong oleh segmen rumah kecil dan menengah, sementara rumah besar tumbuh lebih lambat," tulis riset Pilarmas.

Kondisi ini mencerminkan dua hal penting:

  1. Daya Beli Membaik: Masyarakat mulai kembali berani membeli properti.
  2. Pasar yang Sehat: Dominasi pembeli adalah end-user (pengguna langsung) untuk hunian pertama, bukan spekulan. Hal ini membuat pergerakan harga pasar lebih wajar dan minim risiko bubble.

Katalis Positif 2026: Bunga KPR Turun & Insentif Pemerintah

Memasuki tahun 2026, keterjangkauan harga (affordability) akan menjadi kunci. Penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) diprediksi akan langsung mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya di segmen rumah pertama dan menengah.

Selain faktor bunga, ada dua mesin pendorong lain yang membuat sektor ini makin seksi:

  • Berlanjutnya Insentif PPN DTP: Diskon pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah masih menjadi daya tarik utama.
  • Program 3 Juta Rumah: Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan menggairahkan sektor konstruksi dan properti rakyat secara masif.

Strategi Pengembang: Fokus pada Lokasi & Akses

Para pengembang (developer) di tahun 2026 diperkirakan akan bermain lebih cerdas dan selektif. Mereka tidak lagi asal bangun, melainkan fokus pada proyek dengan tingkat serapan pasti.

Jenis properti yang akan jadi primadona adalah:

  • Hunian terjangkau (Affordable housing).
  • Kawasan terpadu (Township).
  • Proyek yang dekat dengan transportasi massal (Transit Oriented Development).

Strategi ini bertujuan menjaga arus kas perusahaan tetap sehat dan menghindari risiko kelebihan pasokan (oversupply).

3 Rekomendasi Saham Properti 2026

Sejalan dengan prospek cerah tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan strategi trading pada saham-saham emiten properti raksasa yang memiliki fundamental kuat dan landbank luas.

Berikut adalah 3 saham pilihan untuk tahun 2026:

  1. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  2. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
  3. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Ketiga emiten ini dinilai paling siap menangkap peluang dari pemulihan daya beli dan insentif pemerintah di tahun mendatang.

Baca Juga: 6 Keuntungan Investasi Properti yang Wajib Diketahui

Tahun 2026 menjanjikan peluang emas bagi sektor properti. Kombinasi antara bunga KPR yang lebih rendah dan dukungan pemerintah menciptakan iklim yang kondusif bagi pembeli rumah maupun investor saham.

Sumber: https://www.beritasatu.com/ekonomi/2953263/sektor-properti-bakal-mendapat-sentimen-positif-pada-2026

Berita Terbaru

Contact Person