PropNex Indonesia
PropNex Indonesia
Team Redaksi
14 October 2025 14:16
3 Menit

Desain Rumah A-Frame: Sejarah, Karakteristik & Pesona Uniknya


Sebagian dari Anda mungkin pernah melihat bangunan yang berbentuk seperti huruf A. Ya, bangunan yang sering disebut dengan desain A-frame ini, tengah menjadi tren.

Bagaimana tidak, desain bangunan ini sering kali ditemukan di daerah alam terbuka, seperti hutan. Di Indonesia sendiri, bangunan A-frame sering digunakan jadi tempat penginapan di wilayah pegunungan, seperti Bandung, Wonosobo, atau dijadikan kafe kekinian.

Arsitek Jesse Hammer pada 2024 lalu pernah mengungkapkan jika rumah dengan desain A-frame merupakan bangunan yang struktur utamanya terdiri dari dua balok bersudut yang menyambung di bagian atas dan ditopang secara horizontal di bagian tengah untuk membentuk huruf A.

Penasaran dengan rumah A-frame? Yuk, simak informasi berikut dilansir dari Architectural Digest, pada Selasa (14/10/2025).

Sejarah Desain Rumah A-Frame

Sejatinya, desain rumah satu ini telah ada sejak berabad-abad lalu. Perkembangannya sendiri terjadi di berbagai negara, seperti rumah pondok kecil (chalet) di Swiss, Māori marae di Selandia Baru hingga desain gassho farmhouse di Jepang yang telah ada sejak periode Edo tahun 1603-1868.

"Struktur-struktur ini muncul sebagai cara untuk melingkupi ruang-ruang tinggi untuk beternak ulat sutra, dengan ruang kerja dan tempat tinggal bersama yang bersarang di sepanjang tepinya. Atapnya yang curam menyerupai pose dua tangan yang sedang berdoa, oleh karena itu dinamakan gassho (gestur tangan simbolis yang melibatkan penyatuan kedua telapak tangan dan membungkuk)," terang Hammer.

Rumah A-Frame pertama kali masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1934, ketika arsitek asal Austria Rudolf Schindler merancang rumah pesanan Gisela Bennati di kawasan Lake Arrowhead, California. Desain rumah berbentuk segitiga ini kemudian menjadi tren besar setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Kepopuleran rumah A-Frame semakin meningkat berkat karya arsitek Henrik Bull di Stowe, Vermont (1953) dan Andrew Galler di Long Island, New York (1955). Sejak saat itu, rumah A-Frame banyak dibangun sebagai rumah liburan di berbagai daerah Amerika.

Menurut arsitek Todd Mather, rumah A-Frame tergolong ekonomis untuk dibangun karena memiliki fondasi minimal dan tidak memerlukan beton dalam jumlah besar. Hal ini membuat biaya konstruksinya jauh lebih rendah dibandingkan rumah konvensional. Tak heran, desain ini menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin membangun rumah di tepi danau, pantai, atau pegunungan dengan anggaran terbatas.

Secara umum, rumah A-Frame lebih cocok dijadikan rumah kedua atau hunian liburan karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Ruang dalamnya yang terbatas membuat tipe rumah ini kurang ideal untuk keluarga besar, namun tetap nyaman untuk tempat singgah sementara atau tempat beristirahat di alam terbuka.

Karakteristik Rumah A-Frame yang Unik dan Menarik

Rumah A-Frame dikenal dengan bentuk segitiganya yang khas dan desain sederhana namun fungsional. Gaya arsitektur ini memadukan unsur estetika dan efisiensi, menjadikannya populer sebagai rumah liburan atau hunian minimalis di alam terbuka.

Ilustrasi Desain A-Frame (Pinterest.com)

Berikut beberapa karakteristik utama rumah A-Frame yang membedakannya dari tipe rumah lainnya:

1. Bagian Luar Rumah

  • Atap pelana curam hingga menyentuh tanah, membentuk huruf “A” yang menjadi ciri khas utama.
  • Jendela besar berbentuk segitiga, memungkinkan cahaya alami masuk dengan maksimal.
  • Material kayu digunakan sebagai pelapis luar, memberi kesan hangat dan natural.
  • Tambahan dormer, atau tonjolan kecil di atap, sering digunakan untuk menambah pencahayaan dan ruang di bagian atas rumah.

2. Bagian Dalam Rumah

  • Langit-langit tinggi, menciptakan kesan luas dan lega meskipun ukuran bangunan tergolong kecil.
  • Denah lantai terbuka, membuat ruangan terasa lebih fleksibel dan mudah disesuaikan.
  • Rangka kayu terekspos, menonjolkan karakter rustic khas rumah kabin.
  • Area loteng multifungsi, biasanya digunakan sebagai tempat tidur tambahan atau ruang penyimpanan.
  • Dengan desainnya yang sederhana namun estetis, rumah A-Frame cocok bagi mereka yang mencari hunian bernuansa alami dan efisien, baik untuk tempat tinggal sementara maupun rumah liburan.

Baca Juga: Berapa Biaya Bangun Rumah Kontainer? Cek Rinciannya di Sini!

Temukan Hunian Unik Impian Anda Bersama PropNex!

Terpesona dengan keunikan desain rumah A-Frame? Membangun rumah dengan karakter kuat seperti ini membutuhkan lokasi dan perencanaan yang tepat.

Tampilan aplikasi PropNex+ di layar smartphone, dengan tagline “Urusan Properti Lebih Mudah!” dan menu fitur pencarian properti, proyek hot, serta penawaran terbaik.

Aplikasi PropNex+

PropNex siap membantu Anda menemukan kavling tanah yang ideal di lokasi-lokasi terbaik untuk mewujudkan rumah impian Anda. Atau, jika Anda mencari properti unik lainnya yang siap huni, tim kami memiliki listing paling beragam. Unduh aplikasi PropNex+ dan mari kita wujudkan visi arsitektur Anda!

Berita Terbaru

Contact Person